Berlin and the Lady with an Ermine (2026) melanjutkan kisah Berlin, sang pencuri karismatik dari semesta Money Heist, yang kembali mengumpulkan tim lamanya untuk menjalankan aksi pencurian paling ambisius mereka di kota Seville, Spanyol. Kali ini target mereka adalah lukisan legendaris karya Leonardo da Vinci berjudul Lady with an Ermine, sebuah mahakarya bernilai luar biasa yang menjadi pusat intrik para bangsawan dan kolektor gelap dunia seni. Namun di balik rencana pencurian yang tampak elegan tersebut, Berlin ternyata memiliki agenda pribadi yang jauh lebih rumit, melibatkan balas dendam, manipulasi, dan permainan psikologis dengan keluarga Duke of Málaga. Di tengah hubungan emosional yang semakin kompleks di antara anggota tim, aksi perampokan ini berkembang menjadi pertarungan antara kecerdasan, loyalitas, dan ambisi yang bisa menghancurkan semua pihak yang terlibat.




















